Berita Mission Advent 4 Juni 2016-GEREJA ADALAH KELUARGA SAYA


Meskipun ia masih berusia 15 tahun, Stanley tidak asing dengan kekerasan dan kesedihan. Ayahnya yang pecandu minuman beralkohol mengabaikan untuk menafkahi keluarganya dan sering pulang mabuk. Satu contoh tertentu yang melekat dalam ingatan Stanley-saat ayah dan pamannya bersilang pendapat terutama terjadi kekerasan dan ayahnya ditikam di bagian belakang kepala.

Hebatnya ayahnya mampu pergi ke rumah sakit untuk perawatan. Meskipun ia selamat ayahnya meninggalkan istri dan anak-anaknya dan pergi ke Port Moresby di mana ia menikahi wanita lain. Tidak lama kemudian keluarga pertamanya mengetahui apa yang telah terjadi. Ibunya Stanley berjuang berusaha untuk menyediakan semua-

nya bagi anak-anaknya dan setelah beberapa saat kemudian menikah lagi. Sayangnya ayah tirinya bahkan lebih kejam dari ayah sebelumnya dan sering mengusir Stanley dan adiknya keluar rumah atau melemparkan mereka dari teras yang cukup tinggi.

Kelepasan Disiapkan Bibi

Pada saat itu kakeknya Stanley meninggal. Sementara keluarga berkumpul untuk berkabung salah satu bibi Stanley tiba dari Port Moresby. Ketika dia ketahui keadaan sulit yang Stanley dan adiknya hadapi dia mengatakan kepada mereka bahwa ia akan membiayai mereka untuk bersekolah di sekolah berasrama di mana mereka bisa berada jauh dari ayah tiri mereka.

Setelah satu tahun bibi membawa mereka berdua ke rumahnya di Port Moresby tapi tempat itu terlalu kecil untuk keluarganya sendiri serta Stanley dan adiknya. Tidak ingin mengirim mereka kembali ke tempat mereka dianiaya, bibi mengirim mereka ke Papua dataran rendah untuk tinggal dengan mantan pengasuh anak-anaknya—wanita

Fakta Terkini
-Papua Nugini (PNG) adalah negara kepulauan pegunungan. Pulau utama terletak di utara Australia. Papua Nugini berbagi Pulau Nugini dengan Papua sebuah provinsi Indonesia.
- Sekitar 73 juta orang tinggal di PNG. Sementara Kota-kota modern banyak orang masih tinggal di desa-desa kecil di pegunungan. Meskipun mereka mungkin melihat sebuah desa di punggungan gunung yang lain bisa mengambil hari untuk mendaki di sana dan kemungkinan bahwa mereka tidak berbicara dialek yang sama. Lebih dari 700 bahasa yang berbeda dan dialek yang diucapkan di PNG.

bernama Lorna dan keluarganya.

Misionaris Kecil

Lorna dan suaminya memiliki seorang putri kecil bernama Grace berusia 3 tahun yang sudah menjadi misionaris kecil! Meskipun ayahnya adalah mantan anggota Advent dan tidak pernah lagi pergi ke gereja dan ibunya menghadiri gereja Lutheran pada hari Minggu mereka mengizinkan Grace pergi ke Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh terdekat bersama sepupu-sepupunya.

Grace menyukai Sekolah Sabat dan gereja tetapi ia berharap orangtuanya akan datang juga. "Anak-anak harus pergi ke gereja bersama ibu dan ayah mereka" dia mau katakan kepada orangtuanya "dan saya satu-satunya tanpa
orangtua di sana!

Ketika dia melihat orang tuanya merokok minum alkohol atau mengunyah sirih suara kecil Grace mengingatkan mereka "guru Sekolah Sabat saya mengatakan kepada kami hal-hal yang merusak! Merokok dan alkohol dan pinang tidak baik untuk tubuh kamu!"

Menemukan Kebenaran

Ketika Grace mendengar pengumuman di gereja tentang beberapa KKR mendatang, ia bergegas pulang dan mengatakan kepada orangtuanya "Mama, Papa, saya mendengar bahwa akan ada KKR besar di gereja! Mengapa tidak datang bersama saya ke KKR?"

Untuk menyenangkan dia, orangtua Grace memutuskan untuk datang dan setia hadir setiap malam. "Selama pertemuan tersebut saya menemukan kebenaran" kata Lorna "dan dibaptis ke dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh." Dan dia tidak lagi merokok mengunyah! sirih atau minum alkohol. "Hidup ini jauh lebih baik daripada dulu" dia katakan. "Saya merasa begitu bebas! sekarang!"

Namun ayahnya Grace belum siap untuk kembali. "Tidak apa-apa* katanya. "Kau dan Ibu pergi bersama dan saya akan datang ketika saya merasa sudah waktunya."

Grace bagaimanapun tidak menyerah."Saya selalu berdoa untuk Ayah saya" katanya. Dan dia terus mengingatkan dia bahwa dia perlu untuk menghentikan kebiasaan yang merusakkan kesehatan!

"Tidak ada Anak-anak yang Akan Tinggal di Rumah"

Ketika Stanley dan adiknya datang untuk tinggal bersama Grace dan keluarganya, Grace memberitahu mereka bahwa pada hari Sabat "Tidak ada anak-anak yang akan tinggal di rumah-kita semua pergi ke gereja!"

Tidak butuh waktu lama bagi Stanley untuk merasa di rumah ketika ia berada di gereja Advent. "Ketika saya mulai datang ke sini saya bisa melihat perubahan besar untuk tempat yang lebih baik dalam hidup saya" katanya. "Saya bisa melihat perbedaan besar"

Stanley bergabung dengan klub Pathfinder dan menikmati banyak kegiatan. Salah satu diaken di gereja melihat dedikasi Stanley dan semangat serta kerendahan hati, sehingga mengundangnya untuk membantu dalam Sekolah Sabat Cabang setiap minggu. Diaken itu menjadi mentor spiritual bagi Stanley yang baru-baru ini memutuskan untuk sepenuhnya memberikan hatinya kepada Yesus. "Itu adalah janji saya dan saya akan mengikuti janji itu sepanjang jalan kehidupan," katanya.

Meskipun ibu dan ayahnya sendiri telah meninggalkan dia, Stanley telah menemukan keluarga rohani yang sangat mendukung di dalam gereja Advent.

Persembahan Sabat Ketigabelas Anda triwulan ini akan membuat perbedaan besar dalam kehidupan anak-anak di Papua Nugini dan pu|au-pulau lainnya di Pasifik Selatan di mana anak-anak tidak memiliki tempat untuk berkumpul, untuk Sekolah Sabat dan pertemuan lain kecuali di bawah pohon. Persembahan tersebut akan membantu untuk membangun beberapa “Lamb Shelter"di mana anak-anak dapat beribadah tanpa terganggu oleh cuaca. Terima kasih telah memberikan dengan murah hati!

Komentar